cutajaasri

Just another WordPress.com site

Wirausaha Berjualan Pulsa “Cut Cell” Januari 5, 2012

Filed under: Uncategorized — cutajaasri @ 6:09 am

Wirausaha Berjualan Pulsa

               Tepatnya sekitar tahun 2007 ketika itu saya masih kuliah D3 Universitas Padjadjaran Bandung. Saat itu saya berfikir untuk membuat bisnis kecil – kecilan karena modal yang saya punya masih sangat sedikit. Saat itu saya berfikir dengan bisnis yang menguntungkan tetapi dengan modal yang tidak banyak dan saya juga bisa tetap fokus dengan kuliah saya.

                Saya menggunakan uang bekal saya yang saya sisihkan untuk modal awal berjualan Rp. 300.000,- ketika itu saya berfikir bila hanya berjualan di kampus saya pendapatannya tidak terlalu banyak, akhirnya saya mengelola bisnis ini berdua dengan adik saya, kebetulan adik saya pun masih kuliah dengan jurusan dan lokasi tempat yang berbeda. Jadi 2 kampus yang akan saya jadikan target untuk saya berjualan pulsa.

                Dengan modal awal Rp. 300.000,- saya dan adik saya berjualan kira-kira sekitar 20 transaksi per harinya. Semakin hari bertambah terus pelanggan pulsa kami. Pelanggan pulsa kami teman – teman kelas. untuk pendapatan kotor sekitar Rp. 200.000,- perharinya

                Sampai akhirnya saya menemukan kendala, karena pelanggan pulsa saya banyak teman – teman yang mahasiswa, banyak pembayaran yang tidak tepat waktu dan membayar hanya 1x perbulan sedangan modal tidak banyak. Jadi penjualan menjadi terhenti disebabkan jumlah pembeli banyak tetapi saya kekurangan modal dan banyak pembayaran yang tidak tepat waktu.

                Tahun 2008 akhirnya saya dan adik memutuskan untuk berhenti berjualan pulsa . awal Tahun 2009 ketika saya telah bekerja. Saya mencoba untuk membuka bisnis pulsa kembali dikantor kami masing – masing. Jadi target penjualan 2 kantor. Pulsa laku terjual tetapi tahun 2010 saya memutuskan untuk kembali berhenti dari usaha saya karena kesibukan bekerja dan banyaknya persaingan dikantor. Sehingga kami pun berhenti pada pertengahan tahun 2010

 

Pengertian Deadlock & Thread Desember 7, 2011

Filed under: Uncategorized — cutajaasri @ 4:00 pm

Pengertian DeadLock

  • Keadaan dimana 2 atau lebih proses saling menunggu meminta resources untuk waktu yang tidak terbatas lamanya
  • Deadlock adalah efek samping dari sinkronisasi, dimana satu variabel digunakan oleh 2 proses
  • Analoginya seperti pada kondisi jalan raya dimana terjadi kemacetan parah

 

  • Penyebab Deadlock 

Mutual Exclusion

yaitu proses memiliki hak milik pribadi terhadap sumber daya yang sedang digunakannya. Jadi, hanya ada satu proses yang menggunakan suatu sumber daya. Proses lain yang juga ingin menggunakannya harus menunggu hingga sumber daya tersebut dilepaskan oleh proses yang telah selesai menggunakannya. Suatu proses hanya dapat menggunakan secara langsung sumber daya yang tersedia secara bebas.
 

Hold and Wait

yaitu beberapa proses saling menunggu sambil menahan sumber daya yang dimilikinya. Suatu proses yang memiliki minimal satu buah sumber daya melakukan request lagi terhadap sumber daya. Akan tetapi, sumber daya yang dimintanya sedang dimiliki oleh proses yang lain. Pada saat yang sama, kemungkinan adanya proses lain yang juga mengalami hal serupa dengan proses pertama cukup besar terjadi. Akibatnya, proses-proses tersebut hanya bisa saling menunggu sampai sumber daya yang dimintanya dilepaskan. Sambil menunggu, sumber daya yang telah dimilikinya pun tidak akan dilepas. Semua proses itu pada akhirnya saling menunggu dan menahan sumber daya miliknya

Circular Waiting

yaitu kondisi membentuk siklus yang berisi proses-proses yang saling membutuhkan. Proses pertama membutuhkan sumber daya yang dimiliki proses kedua, proses kedua membutuhkan sumber daya milik proses ketiga, dan seterusnya sampai proses ke n-1 yang membutuhkan sumber daya milik proses ke n. Terakhir, proses ke n membutuhkan sumber daya milik proses yang pertama. Yang terjadi adalah proses-proses tersebut akan selamanya menunggu.

  No Preemption

yaitu sebuah sumber daya hanya dapat dilepaskan oleh proses yang memilikinya secara sukarela setelah ia selesai menggunakannya. Proses yang menginginkan sumber daya tersebut harus menunggu sampai sumber daya tersedia, tanpa bisa merebutnya dari proses yang memilikinya.

 

Strategi untuk menghadapi deadlock

  • Prevention : memastikan paling sedikit satu penyebab Deadlock tidak berlaku
  • Avoidance : sistem menolak request terhadap resource yang berpotensi deadlock, Algoritma Banker
  • Detection and Recovery : membiarkan Deadlock terjadi, lalu mendeteksinya, kemudian melakukan recovery, Algoritma Ostric
 
  • Cara-cara yang ditempuh untuk memulihkan sistem dari deadlock adalah sebagai berikut:

Terminasi proses

Pemulihan sistem dapat dilakukan dengan cara melalukan terminasi terhadap semua proses yang terlibat dalam deadlock. Dapat pula dilakukan terminasi terhadap proses yang terlibat dalam deadlock secara satu per satu sampai ‘lingkaran setan’ atau circular wait hilang. Seperti diketahui bahwa circular wait adalah salah satu karakteristik terjadinya deadlock dan merupakan kesatuan dengan tiga karakteristik yang lain. Untuk itu, dengan menghilangkan kondisi circular wait dapat memulihkan sistem dari deadlock.

  Rollback and Restart

Dalam memulihkan keadaan sistem yang deadlock, dapat dilakukan dengan cara sistem melakukan preempt terhadap sebuah proses dan kembali ke state yang aman. Pada keadaan safe state tersebut, proses masih berjalan dengan normal, sehingga sistem dapat memulai proses dari posisi aman tersebut. Untuk menentukan pada saat apa proses akan rollback, tentunya ada faktor yang menentukan. Diusahakan untuk meminimalisasi kerugian yang timbul akibat memilih suatu proses menjadi korban. Harus pula dihindari keadaan dimana proses yang sama selalu menjadi korban, sehingga proses tersebut tidak akan pernah sukses menjalankan eksekusi.

Pengertian Thread

Thread adalah sebuah alur kontrol dari sebuah proses. Suatu proses yang multithreaded mengandung beberapa perbedaan alur kontrol dengan ruang alamat yang sama. Keuntungan dari multithreaded meliputi peningkatan respon dari user, pembagian sumber daya proses, ekonomis, dan kemampuan untuk mengambil keuntungan dari arsitektur multiprosesor. User level thread adalah thread yang tampak oleh programmer dan tidak diketahui oleh kernel. User level thread secara tipikal dikelola oleh sebuah library thread di ruang user. Kernel level thread didukung dan dikelola oleh kernel sistem operasi. Secara umum, user level thread lebih cepat dalam pembuatan dan pengelolaan dari pada kernel thread. Ada tiga perbedaan tipe dari model yang berhubungan dengan user dan kernel thread.

  • Model many to one: memetakan beberapa user level thread hanya ke satu buah kernel thread
  • Model one to one: memetakan setiap user thread ke dalam satu kernel thread. Berakhir.
  • Model many to many: mengizinkan pengembang untuk membuat user thread sebanyak mungkin, konkurensi tidak dapat tercapai karena hanya satu thread yang dapat dijadualkan oleh kernel dalam satu waktu.

 

 

 

Latihan_GUI Desember 5, 2011

Filed under: Uncategorized — cutajaasri @ 4:11 pm
  • Menghitung Luas Segitiga
  • Menghitung Lingkaran
 
  • Menghitung Luas Persegi
 
 
  • Membuat Biodata
 
 
 
 
  • Membuat Nilai Mahasiswa
 

 

 

Latihan Program Java November 30, 2011

Filed under: Uncategorized — cutajaasri @ 4:36 pm

LATIHAN PEMOGRAMAN JAVA

(1)

public class Hello

{

                /**

                 * Program Java My first

                 */

                public static void main( String[] args ){

                                                //menampilkan String Hello world pada layar

                                                System.out.println(“Hello world”);

                }

}

 

Output Program :

Hello world

 

(2)

public class ArithmeticDemo  {

     public static void main(String[] args){

          //beberapa angka

          int i = 37;

          int j = 42;

          double x = 27.475;

          double y = 7.22;

          System.out.println(“Nilai Variabel…”);

          System.out.println(”    i = ” + i);

          System.out.println(”    j = ” + j);

          System.out.println(”    x = ” + x);

          System.out.println(”    y = ” + y);
          System.out.println(“Penjumlahan…”);

          System.out.println(”    i + j = ” + (i + j));

          System.out.println(”    x + y = ” + (x + y));
 

//pengurangan angka

          System.out.println(“Pengurangan…”);

          System.out.println(”    i – j = ” + (i – j));

          System.out.println(”    x – y = ” + (x – y));

          //pengalian angka

          System.out.println(“Pengalian…”);

          System.out.println(”    i * j = ” + (i * j));

          System.out.println(”    x * y = ” + (x * y));

           //pembagian angka

          System.out.println(“Pembagian…”);

          System.out.println(”    i / j = ” + (i / j));

          System.out.println(”    x / y = ” + (x / y));

//Penghitungan modulus (sisa pembagian)

       System.out.println(“Penghitungan modulus…”);

       System.out.println(”    i % j = ” + (i % j));

       System.out.println(”    x % y = ” + (x % y));

       //Penghitungan kombinasi variabel

       System.out.println(“kombinasi variabel…”);

       System.out.println(”    j + y = ” + (j + y));

       System.out.println(”    i * x = ” + (i * x));

    } 

Output Program:

Nilai variabel…

      i = 37
      j = 42
      x = 27.475

      y = 7.22
 Penjumlahan…
      i + j = 79
      x + y = 34.695
 Pengurangan…
      i – j = -5
      x – y = 20.255
 Pengalian…
      i * j = 1554
      x * y = 198.37

Pembagian…
      i / j = 0
      x / y = 3.8054  Computing Nilai Modulus…
      i % j = 37
      x % y = 5.815 

Kombinasi variabel…
      j + y = 49.22
      i * x = 1016.58

 

(3)

public class RelationalDemo{

    public static void main(String[] args){

        //beberapa angka

        int i = 37;

        int j = 42;

        int k = 42;

        System.out.println(“Nilai variabel…”);

        System.out.println(”    i = ” +i);

        System.out.println(”    j = ” +j);

        System.out.println(”    k = ” +k);

        //lebih besar dari

        System.out.println(“Lebih besar…”);

        System.out.println(”    i > j = “+(i>j));//false

        System.out.println(”    j > i = “+(j>i));//true

        System.out.println(”    k > j = “+(k>j));//false

        //lebih besar atau sama dengan

       System.out.println(“lebih besar atau sama dengan…”);

       System.out.println(”    i >= j = “+(i>=j));//false

       System.out.println(”    j >= i = “+(j>=i));//true

       System.out.println(”    k >= j = “+(k>=j));//true

                //lebih kecil

       System.out.println(“lebih kecil…”);

       System.out.println(”    i < j = “+(i<j));//true

       System.out.println(”    j < i = “+(j<i));//false

       System.out.println(”    k < j = “+(k<j));//false

       //lebih kecil atau sama dengan

       System.out.println(“lebih kecil atau sama dengan…”);

       System.out.println(”    i <= j = “+(i<=j));//true

       System.out.println(”    j <= i = “+(j<=i));//false

       System.out.println(”    k <= j = “+(k<=j));//true 

       //sama dengan

     System.out.println(“sama dengan…”);

     System.out.println(”    i == j = ” + (i==j));//false

     System.out.println(”    k == j = ” + (k==j));//true

  //tidak sama dengan

     System.out.println(“tidak sama dengan…”);

     System.out.println(”    i != j = ” + (i!=j));//true

     System.out.println(”    k != j = ” + (k!=j));//false

    }

  } 

 

Output Program

Nilai variabel…

      i = 37

      j = 42

      k = 42

  Lebih besar…

      i > j = false

      j > i = true

      k > j = false

  Lebih besar atau sama dengan…

      i >= j = false

      j >= i = true

      k >= j = true

  Lebih kecil…

      i < j = true

      j < i = false

      k < j = false 

Lebih kecil atau sama dengan…

      i <= j = true

      j <= i = false

      k <= j = true

  Sama dengan…

      i == j = false

      k == j = true

  Tidak sama dengan…

      i != j = true

      k != j = false 

 

(4)

public class TestOR {

                 public static void main( String[] args ){

                                int  i  = 0;

                                int  j  = 10;

                                boolean test= false;

                                //contoh ||

                                test = (i < 10) || (j++ > 9);

                                System.out.println(i);

                                System.out.println(j);

                                System.out.println(test);

                                //contoh |

                                test = (i < 10) | (j++ > 9);

                                System.out.println(i);

                                System.out.println(j);

                                System.out.println(test);

                 }

}

 

Output program
 0
 10
 true
 0
 11
 true

 

(5)

public class TestXOR {

                public static void main( String[] args ){

                                 boolean val1 = true;

                                 boolean val2 = true;

                                 System.out.println(val1 ^ val2);

                                 val1 = false; val2 = true;

                                 System.out.println(val1 ^ val2);

                                 val1 = false; val2 = false;

                                 System.out.println(val1 ^ val2);

                                 val1 = true; val2 = false;

                                 System.out.println(val1 ^ val2);

                }

}

 

Output Program :

false
true
false
true

 

(6)

public class ConditionalOperator {

                public static void main( String[] args ){

                                String  status = “”;

                                int grade = 80;

                                //Status dari siswa

                                status = (grade >= 60)?”Passed”:”Fail”;

                                //Cetak status

                                System.out.println( status );

                }

}

Output program:
Passed


 

Outbond Mengesankan Oktober 30, 2011

Filed under: Uncategorized — cutajaasri @ 7:42 am

 Assalamualaikum wr.wb

Saya tinggal d bandung, tepatnya daerah bandung utara. untuk pertama kalinya Saya kost dan meninggalkan rumah untuk waktu yang sedikit panjang, wlaupun terasa berat tetapi Saya yakin dengan bismilah dan niat untuk melanjutkan kuliah Saya yakin pasti bisa, dengan dorongan & semangat dari keluarga, saudara & teman – teman akhirnya Saya brangkat ke Jakarta.

Untuk 2 hari pertama di umumkan dari kampus ada kegiatan Outbond di kampus, Saya menyangka pasti kegiatan outbond itu ospek, seperti ospek – ospek pada umumnya yang saya rasa sedikit manfaatnya, awalnya Saya malas mengikuti kegiatan tersebut, tp ternyata semua kegiatan outbond begitu menyenangkan banyak kegiatan – kegiatan yang bisa membangkitkan semangat, kedisplinan, tolong menolong, kerja team, konsentrasi. Yang membuat Saya paling suka materi yang membuang  semua sifat jelek yang ada di dalam diri, terima kasih untuk bapak stenley yang memberikan banyak dukungan dan semangat.

outbond selama 2 hari saya masuk ke dalam kelompok “kuda”, kelompok yang begitu kompak, sehingga banyak bintang yang kita dapat. Banyak manfaat yang Saya rasakan setelah mengikuti acara outbond saya lebih mengenal  banyak teman, menjadi lebih mandiri, selalu berfikir positive, belajar untuk bekerja secara team, dan yakin pada kemampuan diri saya pasti bisa dengan membuang semua sifat – sifat jelek pada diri saya.

Harapan saya tentunya menjadi harapan juga dari orang tua, keluarga dan teman – teman saya, saya bisa lulus untuk masuk ke ITB, begitu pun dengan semua teman – teman disini. Semua Bisa lulus dengan nilai yang baik….AMIN YAROBBALALAMIN      😀

 

Wasalamualaikum wr.wb